Memandikan dan Merawat Bayi Dengan Tali Pusar

Selepas melahirkan dan kembali ke rumah setelah masa rawat inap di rumah sakit, Ibu tentunya harus mulai merawat bayinya sendiri. Perawatan yang paling utama selain asupan gizi adalah perawatan yang berhubungan dengan kebersihan, misalnya mandi. Mandi menjadi penting karena tidak hanya mencakup soal kebersihan, tetapi juga kesehatan.

Beberapa Ibu mungkin masih gugup bagaimana harus memandikan bayi mereka yang masih memiliki tali pusar. Ya, memang benar. Memandikan bayi dengan tali pusar akan berbeda dengan memandikan bayi yang sudah lepas tali pusarnya atau orang Jawa biasa menyebutnya puput pusar. Tentunya dengan hal ini Ibu harus memahami bagaimana cara memandikan bayi, terutama bayi dengan tali pusar.

Langkah-langkah memandikan bayi :

  1. Saat memandikan bayi, pastikan tubuh bayi tetap hangat ya, Bu. Salah satunya dengan menggunakan air hangat.
  2. Sebelum memandikan bayi, siapkan air hangat yang sudah ditaruh di dalam bak mandi bayi. Perhatikan tingkat ketinggian air dan juga suhunya. Ini berfungsi agar bayi tetap aman saat mandi.
  3. Mandikan bayi dengan melepas bajunya terlebih dahulu. Untuk membersihkan bagian-bagian yang sensitif, seperti mata, telinga, wajah dan leher, Ibu bisa menggunakan kain lap tanpa perlu memasukkan bayi ke dalam air terlalu dalam.
  4. Saat memasukkan bayi ke dalam bak mandi bayi, pastikan bayi dalam kondisi tenang. Hal ini untuk menjaga agar Ibu tidak terburu-buru saat memandikan atau menjadi panik kebingungan. Sanggah bayi dengan salah satu lengan sehingga lengan Ibu yang lain dapat digunakan untuk membilas bayi.
  5. Untuk menyabuni bayi, sebaiknya lakukan dengan menggunakan kain lap yang sudah dibasahi dengan air sabun sebelum bayi dimasukkan ke dalam bak mandi berisi air hangat. Ini untuk mencegah bayi kedinginan saat mandi dan sesudah mandi.
  6. Untuk mencuci rambut bayi, lakukan sebagaimana langkah 5. Lakukan tepat sebelum bayi dibilas di dalam bak mandi, sehingga Ibu tidak perlu memasukkan bayi terlalu dalam ke dalam air di bak mandi.

Nah, langkah selanjutnya untuk menjaga kebersihan bayi yang tali pusarnya masih belum lepas adalah dengan membersihkan tali pusar bayi secara khusus. Mengapa hal ini menjadi penting? Tali pusar merupakan bagian yang sebenarnya mudah terkena infeksi apabila perawatannya tidak benar dan sembrono. Untuk itulah, beberapa hal harus diperhatikan dalam membersihkan tali pusar.

  1. Sediakanlah kapas, alkohol, betadine dan kain kasa steril dalam perlengkapan mandi bayi.
  2. Pada saat memandikan bayi, hindari bersentuhannya tali pusar dengan air. Apabila terkena air, bersihkan dengan diangin-angin atau balut dengan kapas atau kain kasa steril.
  3. Bersihkan tali pusar dengan menggunakan sedikit alkohol dan betadine setelah bayi mandi ya, Bu. Tetapi, hindari menarik tali pusar. Pembersihan ini cukup dilakukan dengan mengangkat sedikit tali pusar.
  4. Balutlah tali pusar yang sudah dibersihkan dengan menggunakan kasa steril baru dan sudah diberi betadine.
  5. Pasangkan gurita pada bayi, untuk menghindari gesekan tali pusar dengan baju yang dipakai bayi. Hal ini untuk mencegah tali pusar sampai terlepas sebelum waktunya. Hindari pemasangan gurita yang terlalu ketat karena tulang bayi masih rentan.
  6. Bila terjadi infeksi-infeksi (bau tidak sedap, keluar cairan berwarna merah, bayi menangis bila tali pusarnya tersentuh), segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.  

Yang terpenting, usahakan untuk tetap membersihkan tali pusar bayi sekalipun tali pusar belum terlepas dengan sendirinya dari bayi. Selain untuk menjaga kebersihan, memandikan bayi adalah langkah untuk menjaga kesehatan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *