Kenali Gejala Stroke Dengan 3 Tes Sederhana Ini

Artikel by Kumparan
Jika kamu bertanya-tanya soal penyakit apa yang jadi pembunuh nomor satu di Indonesia, stroke adalah jawabannya. Penyakit yang satu ini bisa menyerang siapa saja secara tak terduga.

Secara sederhana, stroke bisa dikatakaan sebagai kondisi tersumbatnya pembuluh darah pada otak. Darah yang tak mengalir menyebabkan matinya sel-sel otak.

Stroke

Penyumbatan otak. (Foto: Thinkstock)

Jika tak segera ditangani, kematian sel ini tentunya bisa berujung pada kondisi fatal. Seperti lumpuhnya bagian tubuh tertentu, kesulitan bicara, hingga kematian akibat pecahnya pembuluh darah otak.

Stroke sejatinya dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Seperti merokok, alkohol, dan pola makan yang tidak terkontrol. Jika kamu merupakan penggemar aneka makanan yang mengandung santan dan minyak, sebaiknya stop kebiasaan buruk ini.

Penyakit yang satu ini menyerang dalam diam dan selalu menunjukkan gejala fisik yang cukup jelas. Seperti kesulitan bicara (bicara tidak jelas dan lidah terseret), sebagian sisi wajah terlihat turun (mati rasa), dan anggota tubuh yang mendadak tak bisa digerakkan.

Sayangnya, masih banyak orang yang tak peka dan mengabaikan gejala serius ini. Banyak orang yang baru tersadar ketika sudah terkena serangan stroke ringan, atau lebih dikenal dengan TIA (Transient Ischemic Attack).
Serangan ini terjadi hanya sesaat, saat alirah darah menuju otak mulai tersendat. Saat mengalami hal ini, banyak orang yang mendadak jatuh atau pingsan sejenak. Ini merupakan peringatan dini akan datangnya serangan stroke berat.

Ada banyak kasus serangan stroke yang terjadi. Banyak orang yang pingsan mendadak dan menolak memeriksakan diri karena merasa baik-baik saja. Namun beberapa hari kemudian, orang tersebut ditemukan meninggal dunia akibat pecahnya pembuluh darah otak.

Tak terhitung banyaknya manusia yang harus meregang nyawa akibat ketidakpekaan ini. Jika cepat ditangani, hal ini tentunya bisa dihindari.

Jika memiliki kenalan yang mendadak jatuh pingsan, sebaiknya segera lakukan tindakan pengecekan dini. Ada tiga hal yang wajib kamu lakukan untuk mengetahui apakah orang tersebut terkena stroke atau tidak: STR.
Smile, Talk, Raise.

Pertama, mintalah orang tersebut untuk tersenyum lebar (Smile). Biasanya, orang yang terkena stroke tak akan bisa menggerakkan sebagian wajahnya. Jika orang tersebut tidak bisa tersenyum, bisa jadi ia terkena stroke. Segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa.

Kedua, minta ia untuk bicara (Talk). Uji dengan memintanya untuk mengikuti kalimat yang kamu ucapkan. Orang yang terkena stroke biasanya tak akan mampu bicara dengan baik dan benar, karena lidah terasa lumpuh.
Ketiga, minta ia untuk mengangkat kedua tangannya ke atas (Raise). Jika terkena stroke, lengan penderita akan mengalami kelumpuhan dan tak bisa digerakkan.

Jika orang tersebut mampu melakukan ketiga tes di atas, maka ia bisa dinyatakan sehat. Namun jika yang terjadi sebaliknya, segera bawa ke rumah sakit!

Sumber blog informasiĀ kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *